Strategi Halodoc Bertahan ditengah Gempuran Para Pesaing

  • Whatsapp
Salah satu startup di bidang kesehatan yang saat ini cukup populer, Halodoc membeberkan sejumlah strategi mereka di tengah gempuran para pesaing.

quota.ID – Salah satu startup di bidang kesehatan yang saat ini cukup populer, Halodoc membeberkan sejumlah strategi mereka di tengah gempuran para pesaing.

Hal ini diungkapkan oleh Chief Business Officer Halodoc, Alfons Timboel saat sesi diskusi Peluang dan Tantangan Ruang Siber Indonesia di Jakarta, seperti yang dilansir dari laman CNN Indonesia.

Muat Lebih

Seperti di ketahui, kini mulai banyak muncul startup di bidang kesehatan dengan beragam inovasinya. Halodoc yang bisa dibilang pinonir di layanan kesehatan berbasis online tentu tak mau tinggal diam di tengah derasnya arus persaingan tersebut.

“Guna menghadapi tantangan 2020, kita bakal menginvestasikan solve pain misalnya bagaimana caranya kita menghubungkan pasien dengan dokter,” jelas Alfons Timboel.

Menurut penjelasan Alfons, startup yang didirikan oleh Jonathan Sudharta nantinya akan berinvestasi pada solusi yang lebih membumi di masyarakat tanah air.

Baca Juga :  WhatsApp Sudah Bisa Pakai Dark Mode, Begini Cara Mengaktifkannya

Hal ini dilakukan oleh pembesut aplikasi kesehatan populer Halodoc Konsultasi Dokter tersebut guna memenangkan persaingan di tengah banyaknya startup kesehatan yang mulai bermunculan akhir-akhir ini.

Lebih lanjut, Alfons beserta dengan segenap tim Halodoc juga telah mengembangkan inovasi bisnis lainnya misalnya pengiriman obat langsung ke kediaman pasien serta pemeriksaan laboratorium lansgung dirumah pasien.

Ke depannya, Halodoc akan tetap menjalin kerja sama pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan dan kementerian terkait yakni terutama dari Kementerian Kesehatan dan BPJS guna meningkatkan mutu dan layanan dari perusahaan rintisan bidang kesehatan tersebut.

“Karena perusahaan rintisan kesehatan ini masih baru, jadi kita bakal terus bekerja sama dengan pemerintah,” pungkas Alfons.

Sekedar informasi, Halodoc sendiri merupakan startup yang diluncurkan pada 8 April 2016. ketika diluncurkan pertama kali 3 tahun silam, sudah ada 16 ribu dokter yang tergabung dalam basis data Halodoc.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 600 dokter sudah memiliki aplikasi dan aktif secara daring yang siap melayani segala keluhan pasien dari seluruh pelosok daerah yang ada di tanah air.

Baca Juga :  Jangan Asal Beli, Begini Cara Membedakan iPhone Asli Atau Palsu

Dokter-dokter yang tergabung dan ada dalam database Halodoc ini terdiri dari berbagai spesialisasi di bidang kedokteran, mulai dari gawat darurat, spesialis anak, kandungan, tulang, syaraf hingga kecantikan.

Dengan aplikasi ini para pengguna juga dapat menentukan sendiri dengan dokter mana yang akan mereka hubungi, sesuai pilihan mereka dan keluhan penyakit yang dialami.

Dengan sistem yang baru ini, pasien tidak perlu harus bertemu dengan dokter guna menanyakan masalah kesehatan yang diaalaminya. Cukup melalui telepon genggam atau smartphone pasein bisa langsung berkonsultasi, baik dengan cara telepon, chat bahkan video call.

Begitu juga dengan sistem pembayaran, sama halnya seperti prosedur yang ada di setiap rumah sakit, maka biaya konsultasi akan dilakukan setelah sesi konsultasi selesai.

Namun, yang berbeda bentuk pembayarannya dilakukan dengan sistem top up atau mirip dengan pulsa. Jadi pengguna aplikasi halodoc atau pasien harus isi saldo ke akun mereka yang nantinya akan di potong setiap kali melakukan sesi konsultasi sesuai dengan tarif masig-masing dokter.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *