Tugu Khatulistiwa, Lokasi Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat ke Pontianak

quota.ID – Jika anda berkesempatan untuk jalan-jalan atau berlibur ke Pontianak, Kalimantan Barat, salah satu destinasi wisata yang wajib hukumnya untuk di kunjungi adalah Tugu Khatulistiwa.

Terletak pada Lintasan Garis Khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter di atas permukaan laut, Pontianak dipisahkan oleh Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.

Pontianak sendiri adalah sebuah kota dengan luas 107,82 kilometer persegi, yang merpakan Ibu Kota provinsi Kalimantan Barat. Pontianak dikenal dengan sebutan sebagai Kota Khatulistiwa karena memang kota ini dilalui garis khatulistiwa.

Didunia ini, hanya ada 12 negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Namun dari sekian banyak Negara tersebut, hanya ada 1 kota yang persis memisahkan belahan bumi utara dan selatan, yakni Kota Pontianak

Mengenai destinasi wisata andalan berupa Tugu Khatulistiwa ini, bagi para traveller atau backpacker mengunjungi objek wisata yang sarat akan nilai pendidikan dan historis ini merupakan salah satu yang tak boleh di lewatkan.

Baca Juga :  Taman Harmoni Surabaya, Tempat Paling Pas Untuk Liburan Keluarga

Tugu Khatulistiwa atau disebut juga Equator Monument terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi tempat wisata di Pontianak ini kurang lebih berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak.

Tugu Khatulistiwa dibangun Pertama Kali Tahun 1928

Ihwal mula sejarah berdirinya tugu khatulistiwa ini dimulai pada tahun 1928, ketika rombongan ekspedisi internasional dari Belanda tiba di kota Pontianak. Tujuan mereka adalah untuk menetapkan titik khatulistiwa di kota tersebut.

Kemudian,masih di tahun yang sama, dibangunlah sebuah Tugu Khatulistiwa yang berbentuk tonggak dan tanda panah di atasnya.

Selanjutnya pada 1930, tugu tersebut di renovasi dan disempurnakan dengan penambahan lingkaran di bagian atas tugu.

Delapan tahun kemudian, atau pada 1938 tugu tersebut kembali di renovasi dan disempurnakan dengan menambahkan ornamen dengan menggunakan kayu belian (kayu besi khas Kalimantan Barat) dengan total ketingginya mencapai 4,4 meter.

Baca Juga :  Wisata Kenpark Surabaya Dengan Bangunan Mirip Temple Of Heaven Di China

Lalu pada tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat dari tugu khatulistiwa sebelumnya dengan ukuran 5 kali lebih besar dari aslinya.

Baik tugu yang asli maupun duplikat untuk monumennya, juga mempunyai tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Akhrnya, jadilah Monumen Tugu Khatulistiwa yang sekarang ini merupakan tugu yang sudah di duplikasi dari besarkan dari skala aslinya yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu yakni Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991.

Hingga sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya dan menjadi salah satu ikon pariwitas utama kota Pontianak.

Jika ingin mengunjungi tugu ini, disarankan untukdatang pada sekitar bulan maret atau september. Karena Setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa akan menjadi lokasi Hari Kulminasi Matahari.

Titik kulminasi sendiri merupakan fenomena alam yang sangat unik dimana titik posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Saat fenomena alam ini sedang berlangsung, maka bayangan tugu akan ‘menghilang’ selama beberapa detik meskipun diterpa sinar matahari pada saat siang bolong.

Baca Juga :  Unik, di Bali Ada Teh Beras Merah yang Jadi Minuman Khas Dari Desa Jatiluwih

Tak hanya itu, fenomena alam yang hanya terjadi di Pontianak ini juga akan membuat bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa menghilang beberapa saat.

Ini menjadi tontonan yang menarik sekaligus wisata yang cukup unik dan mengasyikkan bagi warga Pontianak dan wisatawan lainnya yang sedang berkungjung. Saat Kulminasi ini terjadi anda akan melihat bayangan anda sendiri menghilang, seru bukan.

Sebagai bentuk kenang-kenangan yang tak hanya diabadikan dalam bentuk foto maupun video, wisatawan yang datang kesini juga bisa ‘melintasi’ garis khatulistiwa kemudian mendapatkan sertifikat penghargaan .

Dalam sertifikat berjudul ‘Piagam Perlintasan Khatulistiwa’ itu, nantinya akan tercatat nama anda serta tanggal dan jam berapa anda melintasi garis khatulistiwa.

Jadi, jika anda tengah berencana untuk berlibur ke sini, maka Tugu Khatulistiwa ini menjadi destinasi wisata wajib yang harus anda datangi. Apalagi untuk masuk kearea ini anda tidak di pungut biaya sepeserpun, alias gratis.

Topic:

Just For You